Hari ini, tanggal 16 Mei 2008, saya sempat membaca buka karya mas Erbe Sentanu, yaitu Quantum Ikhlas. Saat pertama saya baca di bab pertama, ada satu kisahyang menarik.

Di masa lalu,ada seorang guru bijak yang selalu menyelanggarakan kuliahnya dibawah sebuah pohon tinggi dan besar yang menjulang ke langit. Pada suatu hari, pada saat kelas sedang sepi, anak laki-laki dari guru bijak itu dari manakah langit, bumi, dan seluruh isinya berasal. Kemudian sang ayah memintanya sebuah buah yang sudah kering dan banyak terserak di bawah pohon besar itu, memintanya unutk membelahnya dan melihat isinya. Ketika anak itu menemukan biji kering di dalamnya, sang ayah memintanya untuk terus membelahnya hingga ia akhirnya menemukan bahwa biji itu ternyata kosong, hampa, dan tak berisi apa-apa. Sang ayah kemudian menjelaskan  kepada anaknya bahwa seperti pohon raksasa yang sudah berusia ratusan tahun itu, segala sesuatu  yang ada di alam semesta bermula dari sesuatu yang tidak ada, kosong, dan hampa.

Semua yang tampak berasal dari sesuatu yang tidak tampak, semua yang bisa dilihat berawal dari sesuatu yang tidak bisa dilihat.

Leave a Reply