(Artikel di bawah diambil dari http://smpn28-bdg.sch.id/new/index.php?pilih=news&mod=yes&aksi=lihat&id=4)

Abu Hurairah r.a. pernah ditugaskan oleh Rasulullah S.A.W untuk menjaga gudang zakat di bulan Ramadhan. Tiba-tiba muncullah seseorang, lalu mencuri segenggam makanan. Namun kepintaran Hurairah memang patut dipuji, kemudian pencuri itu kemudian berhasil ditangkapnya.
“Akan aku adukan kamu kepada Rasulullah S.A.W,” gertak Abu Hurairah.
Bukan main takutnya pencuri itu mendengar ancaman Abu Hurairah, hingga kemudian ia pun merengek-rengek : “Saya ini orang miskin, keluarga tanggungan saya banyak, sementara saya sangat memerlukan makanan.”

Maka pencuri itu pun dilepaskan. Bukankah zakat itu pada akhirnya akan diberikan kepada fakir miskin ? Hanya saja, cara memang keliru. Mestinya jangan keliru.
Keesokan harinya, Abu Hurairah melaporkan kepada Rasulullah S.A.W. Maka bertanyalah beliau : “Apa yang dilakukan kepada tawananmu semalam, ya Abu Hurairah?”
Ia mengeluh, “Ya Rasulullah, bahwa ia orang miskin, keluarganya banyak dan sangat memerlukan makanan,” jawab Abu Hurairah. Lalu diterangkan pula olehnya, bahwa ia kasihan kepada pencuri itu,, lalu dilepaskannya.

“Bohong dia,” kata Nabi : “Pada hala nanti malam ia akan datang lagi.”
Kerana Rasulullah S.A.W berkata begitu, maka penjagaannya diperketat, dan kewaspadaan pun ditingkatkan.Dan, benar juga, pencuri itu kembali lagi, lalu mengambil makanan seperti kelmarin. Dan kali ini ia pun tertangkap.
“Akan aku adukan kamu kepada Rasulullah S.A.W,” ancam Abu Hurairah, sama seperti kelmarin. Dan pencuri itu pun sekali lagi meminta ampun : “Saya orang miskin, keluarga saya banyak. Saya berjanji esok tidak akan kembali lagi.”

Kasihan juga rupanya Abu Hurairah mendengar keluhan orang itu, dan kali ini pun ia kembali dilepaskan. Pada paginya, kejadian itu dilaporkan kepada Rasulullah S.A.W, dan beliau pun bertanya seperti kelmarin. Dan setelah mendapat jawapan yang sama, sekali lagi Rasulullah menegaskan : “Pencuri itu bohong, dan nanti malam ia akan kembali lagi.”
Malam itu Abu Hurairah berjaga-jaga dengan kewaspadaan dan kepintaran penuh. Mata, telinga dan perasaannya dipasang baik-baik. Diperhatikannya dengan teliti setiap gerak-geri disekelilingnya sudah dua kali ia dibohongi oleh pencuri. Jika pencuri itu benar-benar datang seperti diperkatakan oleh Rasulullah dan ia berhasil menangkapnya, ia telah bertekad tidak akan melepaskannya sekali lagi. Hatinya sudah tidak sabar lagi menunggu-nunggu datangnya pencuri jahanam itu. Ia kesal. Kenapa pencuri kelmarin itu dilepaskan begitu saja sebelum diseret ke hadapan Rasulullah S.A.W ? Kenapa mahu saja ia ditipu olehnya ? “Awas!” katanya dalam hati. “Kali ini tidak akan kuberikan ampun.”

Malam semakin larut, jalanan sudah sepi, ketika tiba-tiba muncul sesosok bayangan yang datang menghampiri longgokan makanan yang dia jaga. “Nah, benar juga, ia datang lagi,” katanya dalam hati. Dan tidak lama kemudian pencuri itu telah bertekuk lutut di hadapannya dengan wajah ketakutan. Diperhatikannya benar-benar wajah pencuri itu. Ada semacam kepura-puraan pada gerak-gerinya.
“Kali ini kau pastinya kuadukan kepada Rasulullah. Sudah dua kali kau berjanji tidak akan datang lagi ke mari, tapi ternyata kau kembali juga. Lepaskan saya,” pencuri itu memohon. Tapi, dari tangan Abu Hurairah yang menggenggam erat-erat dapat difahami, bahwa kali ini ia tidak akan dilepaskan lagi. Maka dengan rasa putus asa ahirnya pencuri itu berkata : “Lepaskan saya, akan saya ajari tuan beberapa kalimat yang sangat berguna.”

“Kalimat-kalimat apakah itu?” Tanya Abu Hurairah dengan rasa ingin tahu. “Bila tuan hendak tidur, bacalah ayat Kursi : Allaahu laa Ilaaha illaa Huwal-Hayyul Qayyuuumu….. Dan seterusnya sampai akhir ayat. Maka tuan akan selalu dipelihara oleh Allah, dan tidak akan ada syaitan yang berani mendekati tuan sampai pagi.”
Maka pencuri itu pun dilepaskan oleh Abu Hurairah. Agaknya naluri keilmuannya lebih menguasai jiwanya sebagai penjaga gudang.
Dan keesokan harinya, ia kembali menghadap Rasulullah S.A.W untuk melaporkan pengalamannya yang luar biasa tadi malam. Ada seorang pencuri yang mengajarinya kegunaan ayat Kursi.

“Apa yang dilakukan oleh tawananmu semalam?” tanya Rasul sebelum Abu Hurairah sempat menceritakan segalanya.
“Ia mengajariku beberapa kalimat yang katanya sangat berguna, lalu ia saya lepaskan,” jawab Abu Hurairah.
“Kalimat apakah itu?” tanya Nabi.
Katanya : “Kalau kamu tidur, bacalah ayat Kursi : Allaahu laa Ilaaha illaa Huwal-Hayyul Qayyuuumu….. Dan seterusnya sampai akhir ayat. Dan ia katakan pula : “Jika engkau membaca itu, maka engkau akan selalu dijaga oleh Allah, dan tidak akan didekati syaitan hingga pagi hari.”

Menanggapi cerita Abu Hurairah, Nabi S.A.W berkata, “Pencuri itu telah berkata benar, sekalipun sebenarnya ia tetap pendusta.” Kemudian Nabi S.A.W bertanya pula : “Tahukah kamu, siapa sebenarnya pencuri yang ertemu denganmu tiap malam itu?”
“Entahlah.” Jawab Abu Hurairah.
“Itulah syaitan.”

Comments No Comments »

(Artikel di bawah ini diambil dari http://smpn28-bdg.sch.id/new/index.php?pilih=news&mod=yes&aksi=lihat&id=27)

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

sedikit renungan………………………di sela kesibukan…………………

Dalam suatu Konfensi iblis, syaitan   dan jin, dikatakan: “Kita tidak dapat melarang kaum muslim ke Mesjid”, “Kita tidak dapat melarang mereka membaca Al-Qur’an dan mencari kebenaran”, “Bahkan kita tidak dapat melarang mereka mendekatkan diri dengan Tuhan mereka Allah dan Pembawa risalahNya Muhammad”, “Pada saat mereka melakukan hubungan dengan Allah, maka kekuatan kita akan lumpuh.”
“Oleh sebab itu, biarkanlah mereka pergi ke Masjid; biarkan mereka tetap melakukan kesukaan mereka,
TETAPI CURI WAKTU MEREKA, sehingga Mereka tidak lagi punya waktu untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah”.
“Inilah yang akan kita lakukan,” kata iblis. “Alihkan perhatian mereka dari usaha meningkatkan kedekatannya kepada Allah dan awasi terus kegiatannya sepanjang hari!”. “Bagaimana kami melakukannya?” tanya para hadirin yaitu iblis, syaitan, dan jin. Sibukkan mereka dengan hal-hal yang tidak penting dalam kehidupan mereka, dan ciptakan tipudaya untuk menyibukkan fikiran mereka,”
Jawab sang iblis :

  • “Rayu mereka agar suka BELANJA, BELANJA DAN BELANJA SERTA BERHUTANG, BERHUTANG DAN BERHUTANG”.
  • “Bujuk para istri untuk bekerja di luar rumah sepanjang hari dan para suami bekerja 6 sampai 7 hari dalam seminggu, 10 - 12 jam seminggu, sehingga mereka merasa bahwa hidup ini sangat kosong.”
  • “Jangan biarkan mereka menghabiskan waktu bersama anak-anak mereka.” ”Jika keluarga mereka mulai tidak harmonis, maka mereka akan merasa bahwa rumah bukanlah tempat mereka melepaskan lelah sepulang dari bekerja”. “Dorong terus cara berfikir seperti itu sehingga mereka tidak merasa ada ketenangan di rumah.”
  • “Pikat mereka untuk membunyikan radio atau kaset selama mereka berkendaraan”. “Dorong mereka untuk menyetel TV, VCD, CD dan PC di rumah. Sepanjang hari.
  • Bunyikan musik terus menerus di semua restoran maupun toko2 di dunia ini.”
    “Hal ini akan mempengaruhi fikiran mereka dan merusak hubungan mereka dengan Allah dan RasulNya”
  • “Penuhi meja-meja rumah mereka dengan majalah-majalah dan tabloid”. “Cekoki mereka dengan berbagai berita dan gosip selama 24 jam sehari”.
  • “Serang mereka dengan berbagai iklan-iklan di jalanan”. “Banjiri kotak surat mereka dengan informasi tak berguna, katalog-katalog, undian-undian, tawaran-tawaran dari berbagai macam iklan.
  • “Muat gambaran wanita yang cantik itu adalah yang langsing dan berkulit mulus di majalah dan TV, untuk menggiring para suami berfikir bahwa PENAMPILAN itu menjadi unsur terpenting, sehingga membuat para suami tidak tertarik lagi pada istri-istri mereka”
  • “Buatlah para istri menjadi sangat letih pada malam hari, buatlah mereka sering sakit kepala”.
    “Jika para istri tidak memberikan cinta yang diinginkan sang suami, maka akan mulai mencari di luaran”. “Hal inilah yang akan mempercepat retaknya sebuah keluarga”
  • “Terbitkan buku-buku cerita untuk mengalihkan kesempatan mereka untuk mengajarkan anak-anak mereka akan makna shalat.”
    “Sibukkan mereka sehingga tidak lagi punya waktu untuk mengkaji bagaimana Allah menciptakan alam semesta.
  • Arahkan mereka ke tempat-tempat hiburan, fitness, pertandingan-pertandingan, konser musik dan bioskop.”"Buatlah mereka menjadi SIBUK, SIBUK DAN SIBUK.”
  • “Perhatikan, jika mereka jumpa dengan orang shaleh, bisikkan gosip-gosip dan percakapan tidak berarti, sehingga percakapan mereka tidak berdampak apa-apa.
  • “Isi kehidupan mereka dengan keindahan-keindahan semu yang akan membuat mereka tidak punya waktu untuk mengkaji kebesaran Allah.” “Dan Dengan segera mereka akan merasa bahwa keberhasilan, kebaikan/kesehatan keluarga adalah merupakan hasil usahanya yang kuat (bukan atas izin Allah).”

  • “PASTI BERHASIL, PASTI BERHASIL.” “RENCANA YANG BAGUS.” Iblis, syaitan dan jin kemudian pergi dengan penuh semangat melakukan tugas MEMBUAT MUSLIMS MENJADI LEBIH SIBUK, LEBIH KALANG KABUT, DAN SENANG HURA-HURA”. “Dan hanya menyisakan sedikit saja waktu buat Allah sang Pencipta.”
    “Tidak lagi punya waktu untuk bersilaturahmi dan saling mengingatkan akan Allah dan RasulNya”. Sekarang pertanyaan saya adalah,

“APAKAH RENCANA IBLIS INI AKAN BERHASIL???”“ANDALAH YANG MENENTUKAN..!!!”

Wassalam ….. .

Comments No Comments »

Drugs issame mean of narcotics. Drugs is useful inmedicalsurface foranesthetize, example it’s necessity for medical operation to order not feel hurt.

But, if it’s purpose to get a “bliss”, of course it is very dangerous. Using drugs without doctor supervision, it’s cause addiction for him/herself. It’s very dangerous for drugs user because it’s canharm organ body that can make not work normally.

This time, drugs distributing is very apprehension in society. The distributing isn’t look for age and economy status. Poor, rich, child, teen, young, old, man, woman, is already become to drugs addict because dis awareness before.

The essence of the drugs is consist of:

a.The depressant, can give quiet effect and retard nerve system and cause sleepiness. Example: alcohol, barbiturate, and morfin.

b.The stimulant, can stimulate nerve system for more confidence and wary. Example: hemp plant, nicotine, cocaine, caffeine, and amphetamine.

c.The hallucinogen, can give unreal hallucination effect. Example: Maryjane.

But, different from drugs, medicine is more benefit than drugs. If drugs just for anesthetize,medicine is more benefit like treat many disease, like headache, stomach and many more. And, some medicine is free for sell insmall shop and supermarket, like headache medicine (aspirin) and influenza medicine.

Comments No Comments »

Persepakbolaan Indonesia.
Apakah yang terbayang di benak kita?
Apakah permainan sepak bola indah?

Yang
ada, persepakbolaan Indonesia sekarang telah berbeda, karena sekarang,
hampir tiap tahun selalu saja ada kerusuhan antara suporter-suporter.
Juga, tentang kepemimpinan beberapa (bahkan hampir semua!) wasit
Indonesia yang bisa disebut tidak layak sebagai wasit, karena ada yang
memihak tuan rumah, mungkin karena takut akan suporter tuan rumah???
Tak taulah, tapi memang itu yang sering terjadi, banyak sekali buktinya.

Contoh
kerusuhan-kerusuhan yang terjadi adalah bentrok antara ‘The Jack’
(suporter Persija Jakarta) dengan suporter Persota Tanggerang. Juga,
kita tentu masih ingat dengan suporter Persebaya Surabaya atau ‘Bonek’
pada beberapa tahun lalu yang menyebabkan kerusakan. Lalu, kita juga
tentu tak lupa dengan ‘Aremania’ suporter Arema Malang pada Liga
Indonesia musim lalu, ketika itu, salah satu Aremania memukul wasit
yang memimpin pertandingan sesaat setelah pertandingan usai. Tak hanya
sampai disitu, para Aremania sampai-sampai membakar gawang. Contoh
terbaru saat Persib Bandung melawan rival abadinya, Persija Jakarta,
tentunya atmosfer di lapangan maupun di stadion Siliwangi  sangat
panas, sehingga stadion pun sesak dipenuhi penonton. Di pertandingan
itu, Persib kalah 2-3, tapi beberapa menit sebelum pertandingan
berakhir, para suporter Persib Bandung (oknum Viking atau bobotoh,
tapi bukan Viking) mengamuk, sehingga merusak pagar penghalang. Tapi,
itu semua tejadi karena kepemimpinan wasit yang tak adil, sehingga
membuat para suporter marah.

Masih banyak contoh-contoh
lainnya, terutama jika pertandingan itu tidak disiarkan secara
langsung, para wasit yang tidak tegas itu bisa dengan leluasa bertindak
semena-mena, karena merasa tak diawasi oleh Badan Liga Indoensia (BLI)
dan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), ini yang berbahaya!

Tetapi,
sayangnya para wasit itu jarang sekali dikenai hukum oleh BLI, padahal
banyak wasit yang memimpin pertandingan dengan tudak benar dan tidak
tegas! Padahal, jika kita bandingkan dengan persepakbolaan di Eropa
contohnya, jika wasit tidak tegas, para wasit itu bisa dikenai hukuman.
Sungguh sangat berbeda dengan wasit di Indonesia. Bahkan, salah satu
pemain asing Persib Bandung, Rafael Alves Bastos, juga berbicara
tentang persepakbolaan Indonesia, menurutnya, sebenarnya permainan
sepakbola Indonesia bagus, hanya saja saat melihat wasit-wasit
Indonesia, dia mengatakan bahwa jika di negaranya (Brazil),
wasit seperti itu bisa dikenai hukum!

Entahlah, entah sampai
kapan keadaan ini berlangsung. Kita hanya bisa berdo’a agar
persepakbolaan Indonesia dan para wasit-wasitnya bisa lebih baik lagi.

Comments No Comments »

Bagi para sahabat, yang ingin download nasyid faliq, bisa download di http://myfaliq.multiply.com , tapi harus punya account dulu di multiply. Atau kalau mau lebih gampang ke http://salman.itb.ac.id trus klik audio di sebelah kiri, trus bisa cari sendiri d sana.

Tapi, kalau ingin download nasyid yang lainnya bisa di http://downloadnasyid.blogspot.com atau di http://4shared.com , trus cari judul atau nama nasyidnya, contoh : Optimis Sajalah atau Tashiru.
Atau juga bisa di blog saya http://firman94.multiply.com , tapi harus punya account dulu di multiply.

Comments No Comments »